Jumat, 24 April 2015

Tulisan Yang Menginspirasi Saya

Kisah Seekor Burung Elang
Elang jenis unggas dapat mencapai umur 70 thn, tetapi untuk mencapai umur itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yg sangat berat pada umurnya yg ke-40.
Ketika elang berumur 40 thn, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya jadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat menyulitkan ketika terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai 2 pilihan:
Menunggu kematian atau mengalami suatu proses transformasi yg sangat menyakitkan dan panjang selama 150 hari.
Elang harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang, berhenti dan tinggal disana.
Elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yg baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yg baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya.
5 bulan kemudian, bulu-bulu elang yg baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 thn kehidupan barunya dgn penuh energi!
Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yg sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan.
Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat terbang lagi menggapai tujuan yg lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yg baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yg terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dgn penuh keyakinan.
Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda.
Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita. Perubahan pasti terjadi. Mari belajar dari burung elang.
Ary Ginanjar

Anda Mengenal Saya

Anda Mengenal Saya
Hai..... Nama saya Andrea. Saya orang indonesia asli tepatnya orang Garut Jawa Barat. Kota kecil di pesisir Jawa Barat yang bersentuhan langsung dengan Samudra Hindia. Kota dodol kota domba kota jeruk kota penuh cerita. Coba deh kamu-kamu sengaja main-main untuk sekedar melepas penat, lepas dari kehidupan sehari-hari yang melelahkan, saya rasa Garut adalah tempat yang cocok. Hiruplah udaranya yang sejuk dan bersih ketika kemping di gunung Papandayan, gunung Guntur, dan gunung-gunung lainnya yang penuh pesona. Saya rasa kamu ga bakalan menyesal. Saya orang garut pun tak pernah bosan dengan semua hal-hal yang ada di Garut, meski saya pernah mengunjungi beberapa kota di Indonesia. Saya kira Garut memiliki sesuatu juga seperti kota-kota indah lainnya di Indonesia. Jika saja kota-kota di Indonesia di jadikan kota khusus yang sesuai dengan potensinya saya rasa Garut sangat cocok di jadikan sebagai kota wisata, karena apapun tersedia di Garut, wisata laut, gunung, candi, danau, lapang golf, pemandian air panas, agro wisata, vila di kaki gunung, oleh-oleh, kuliner, pesawahan. Tinggal di Garut akan membuatmu sangat menikmati waktu luang. Tapi Garut bukanlah kota yang sempurna. Masih banyak ketidak sempurnaannya. Itulah tempat tinggal saya.

Saya lahir dari kedua orang tua asli Garut, almarhum bapak saya seorang PNS dan Ibu saya seorang Guru SMP. Kehidupan ekonomi saya tidak terlalu menghawatirkan. Saya sekarang punya seorang istri dan satu anak laki-laki yang cukup tampan. Anda tidak perlu mengenal saya, karena itu tidak bermanfaat. Yang perlu anda pahami bahwa anda memahami apa yang akan saya lakukan dengan proyek 40 hari ini dan anda bertugas mengawasi saya jika anda sempat membaca uraian ini. Kesempatan berikutnya saya akan berbicara apa itu proyek 40 hari. Anda akan segera mengetahuinya. Salam hangat.